Macam-macam Bisnis Olahan Lele

Macam-macam Bisnis Olahan Lele

Sabtu, 09 Maret 2019, 08.46
Macam-macam Bisnis Olahan Lele
Bisnis olahan lele cukup menarik. Kendati tampak sepele, hasilnya bisa menggelegar jika Anda serius menggeluti bisnis ini. Kalau Anda tertarik menjajal usaha ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Anda tidak perlu memiliki kolam pembesaran lele jika ingin menggeluti bisnis makanan olahan ini. Banyak tersedia ikan lele segar di pasar.

Supaya produksi lancar, Anda harus memastikan pasokan bahan baku mencukupi usaha ini. Sebagai gambaran, agar menghasilkan 3,5 kilo abon lele, kita membutuhkan bahan baku lele segar sekitar 10 kilo.

Untuk bahannya, kita bisa membeli lele langsung dari para peternak yang dekat lokasi usaha kita. Selain hemat ongkos transportasi, harga juga lebih murah.

Menjalin kerjasama dengan peternak lele di sekitar lokasi usaha memang lebih menguntungkan. Bukan hanya bisa mendapat harga lebih miring, pasokan lele juga lebih terjamin. Meski begitu, Anda juga harus jeli memilih pemasok lele yang bagus.

Harga lele di tingkat peternak saat ini berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 10.500 per kg. Harga lele cenderung stabil karena pasokan melimpah. Jadi Anda tak perlu khawatir soal suplai bahan baku.

Jika sudah mendapat pemasok lele, Anda harus memikirkan mengenai pilihan produk. Ikan lele bisa diolah menjadi bermacam-macam produk karena tidak beraroma amis seperti ikan laut.

Sejauh ini, makanan olahan berbahan baku lele yang beredar di pasar meliputi abon, keripik, dan nugget lele. Jika belum punya ide sendiri, Anda bisa memilih salah satu dari sekian banyak jenis makanan olahan lele itu.

Jangan lupa Anda juga harus menyiapkan investasi peralatan untuk produksi. Rata-rata pengusaha merogoh kocek sekitar Rp 25 juta. Uang tersebut untuk membeli mesin produksi, seperti mesin pemisah daging ikan lele dari tulangnya, mesin suwir daging, kompor gas beserta penggorengan, serta mesin peniris.

Modal itu relatif murah karena sebagian besar proses produksinya dikerjakan secara tradisional dengan mengandalkan tenaga manusia. Ia hanya memakai mesin peniris yang berguna untuk memisahkan minyak dari serat abon lele.

Bisnis makanan olahan berbasis lele memang memiliki ceruk pasar lebar. Tapi, Anda tetap harus menyiapkan strategi pemasaran jitu agar produk Anda laris manis. Anda sebaiknya mencoba berbagai cara pemasaran, supaya barang dagangan dikenal konsumen. Ambil contoh, Anda bisa memanfaatkan promosi via internet atau rajin mengikuti acara pameran.

Berbagai kiat bisnis menu olahan lele sudah terpampang, tinggal keberanian Anda mencoba menekuninya. Budidaya ikan lele memiliki biaya yang murah, mudah ditemukan serta mudah untuk diurus. Potensi yang dimilikinya pun sangat beragam dan tergolong populer. Hal tersebut banyak kita temukan pada jalan-jalan di berbagai kota, contohnya adalah warung pecel lele.

Sajian masakan dari warung pecel lele cukup popular di berbagai kelas masyarakat Indonesia. Mengapa Menu masakan yang dimiliki jenis makanan ini cukup bervariasi, ada yang menggunakan sambal dengan tambahan mete, sambal terasi, sambal tomat, sambal lombok ijo, serta sambal bawang.

Seiring dengan besarnya animo selera masyarakat kita akan menu yang warung pecel lele hadirkan. Banyak dari warung yang telah berada di berbagai jalan-jalan kota pun menuai hasilnya. Karena harganya yang relatif murah, tak heran bila hal tersebut adalah kiat dari kesuksesan mereka. (as/dari berbagai sumber - ciputraenterpreneur)

TerPopuler